1 September 2010
Laptop Axioo Neon CLW, Terispirasi Desain Motor Ducati
Jakarta - Axioo sebagai salah satu merek lokal yang bergelut di indutri komputer, telah merilis produk andalannya. Desain dari laptop bertajuk Axioo Neon CLW tersebut diklaim terispirasi dari motor sport Ducati. detail
1 September 2010
Axioo Neon CLW, Notebook yang Cinta Negeri
JAKARTA - AXIOO salah satu vendor IT terkemuka baru saja memperkenalkan produk terbaru yang merupakan breakthrough dalam inovasi desain mobile computing. Product terbaru ini diberi nama AXIOO NEON CLW. Dengan code name “CAPRI” yang berkonotasi CintA Pada negeRI. detail
budies [URL] wah, akhirnya ada juga situs pcnusantara, saya menggunakan axioo notebook sejak 2006, tahun 2008 beli lagi seri zetta... mantab pcnusantara....
Suprijadi Pada awalnya saya ragu dengan PC Nusantara, dikarenakan PC yang saya beli sering mengalami error,namun pada akhirnya saya harus acungkan 2 jempol,karena semua keluhan saya dilayani dengan baik dan ada...detail
ilunk soal hrg mitra komputer memang murah, dengan kualitas yang sangat, sdh jd langganan..
Andhika [URL] Mantap banget ini toko cuman tanya info lewat messeger aja di layanin berbeda dengan toko2 Online lainnya
Apalagi referensinya passss banget ngena so kita jadi bisa milih produk yg benar2 tepat se...detail
BETAPA INDAHNYA ALAM! Betapa indahnya susunan tubuh kita sendiri! Betapa
indah dan juga ajaibnya keadaan diri kita sendiri dan di sekeliling kita. Akan
tetapi sayang kita seperti buta terhadap itu semua. Kita tidak pernah membuka
mata menikmati semua keindahan dan keajaiban itu, melainkan menerawang jauh,
menginginkan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kita. Kalau kita tinggal di tepi
laut, pemandangan laut tidak lagi menarik perhatian kita karena perhatian kita
diterbangkan oleh pikiran yang menginginkan pemandangan di gunung-gunung.
Sebaliknya kalau kita tinggal di gunung, kita menganggap bahwa pemandangan di
laut yang jauh dari kita itu lebih indah.
Betapa bahagianya manusia yang selalu membuka mata memandang penuh perhatian
akan segala sesuatu di dalam dan di luar dirinya sendiri. Dialah yang akan
melihat segala keindahan dan keajaiban itu. Dialah yang akan menyaksikan
kekuasaan Tuhan yang penuh berlimpah dengan berkah, dengan keindahan, dengan
keajaiban, dengan CINTA KASIH!
Akan tetapi, monyet besar itu menggereng dan tangannya bergerak hendak
mencengkeram atau mendorong pergi Sin Liong. Seperti sikap seekor monyet kecil
menghadapi monyet besar, Sin Liong mengelak dan tidak berani melawan, hanya
menggereng-gereng dan memperlihatkan giginya menyeringai.
Si Kwi menjadi marah. Sin Liong, minggirlah! Biar kuhajar monyet-monyet
biadab ini! Setelah berkata demikian, Si Kwi menerjang maju, dua kali kakinya
bergerak dan dua ekor monyet terpelanting! Empat ekor lainnya maju, akan tetapi
Si Kwi yang sudah marah itu kini tidak mau membuang waktu lagi. Dengan
gerakannya yang amat gesit, dia mengelak ke kanan kiri sambil membalas dengan
tendangan kakinya dan dengan pukulan tangan kanannya. Akan tetapi, tubuh
monyet-monyet besar itu kebal dan kuat sekali. Begitu mereka roboh, mereka sudah
meloncat bangun lagi dan menyerang makin ganas, dengan mata merah dan mulut
membusa, menyerang kalang kabut dengan tubrukan-tubrukan dahsyat! Si Kwi merasa
kewalahan juga karena sudah tiga empat kali dia merobohkan monyet-monyet itu,
namun untuk kesekian kalinya kembali mereka bangkit dan menyerang makin ganas.
SUNGGUH MATI siapa dapat menduganya? Kouw-nio... eh, toanio sungguh kelihatan
masih sangat muda... dan saya mendengar... eh, maaf, saudara Bhe Coan itu sudah
berusia hampir empat puluh tahun dan toanio masih kelihatan amat muda... maaf...
Bukan main senangnya hati Leng Ci mendengar ini. Tidak ada pujian yang lebih
mendebarkan jantung seorang wanita daripada dikatakan masih kelihatan muda,
apalagi kalau cara mengatakannya seperti pemuda sasterawan ini! Ahh, kongcu
terlalu memuji... katanya tersipu-sipu, kedua pipinya menjadi kemerahan menambah
kemanisannya. Suami saya memang berusia hampir empat puluh, akan tetapi sayapun
sudah... eh, hampir tiga puluh tahun...
Ahhh...! Siapa dapat percaya? Menurut pandangan saya, toanio tidak akan lebih
dari dua puluh tahun, atau jauh kurang dari itu!
Sore hari itu Bhe Coan berpamit dari isterinya dan juga Hok Boan untuk pergi
ke kota yang berdekatan untuk membeli sarung pedang. Sarung pedang terbuat dari
kayu dan di kota itu terdapat tukang kayu yang pandai dan yang biasa membuat
sarung pedang atau senjata lain. Setelah pandai besi itu pergi, biarpun
kepergiannya itu tidak akan lama, tetap saja merupakan peluang yang tidak
disia-siakan oleh Hok Boan dan Leng Ci. Mereka bersenda-gurau dan bergumul dalam
kamar, melampiaskan nafsu mereka yang tak kunjung padam dan tidak pernah
mengenal kenyang itu.
Di kota kecil itu, secara kebetulan saja Bhe Coan bertemu dengan tukang obat
yang sudah lama dikenalnya. Melihat Bhe Coan, tukang obat itu tersenyum lebar
menyeringai dan mengacungkan telunjuknya ke arah muka pandai besi itu sambil
berkata, Hemm, orang she Bhe! Engkau makin tua makin muda saja hatimu, ya.